Sejak didirikan tahun 2013 Sanggar Lingkungan Hidup (SLH) banyak memberikan kontribusi terhdap gerakan penyadaran terkait dengan lingkungan hidup selain itu aktif melakukan kegiatan penyelamatan lingkungan dengan aksi nyata seperti penanaman magrove di tepi pantau utara kabupaten Cirebon.

Seperti yang dituturkan oleh Cecep Supriatna pegiat Sanggar Lingkungan Hidup saat diwawancarai dalam Program Pembakti Anak Bangsa, Jumat, 4 Desember 2020 degan topik Inisiasi Gerakan Lingkungan Hidup Lewat Duta Lingkungan Sekolah (DLS) mengatakan “bahwa diperlukan generasi muda sebagai insan untuk memberikan kebermanfaatan dan terlibat sebagai pelaku gerakan lingkungan hidup”, disiarkan secara live melalui radio streaming Salam Radio dan kanal youtube Salam Radio Channel, acara Program Pembakti Anak Bangsa ini terselenggara berkat kerjasama Salam Radio dengan Atmago media berbasis warga bantu warga.

Duta lingkungan bertujuan mencetak pemimpin muda yang peduli terhadap lingkungannya dengan mengkampanyekan lingkungan serta bertugas menciptakan inovasi perubahan melalui karya bakti lingkungan di sekolah maupun di sekitarnya.

Duta Lingkungan Sekolah untuk pertamakalinya dilaksanakan pada akhir tahun 2013 dengan peserta yang disasar anak kelas X Sekolah Menengah Atas atau sederajat untuk wilayah; Cirebon, Indramayu, Majalaya dan Kuningan. Rutin diselenggarakan sampai menghasilkan angkatan DLS ke III.

Tahun 2019 Duta Lingkungan Sekolah ke IV pun digelar dengan peserta yang diperluas yaitu sepulau jawa diikuti sebanyak 104 kelompok peserta. Mereka yang mengikuti DLS harus menempuh beberapa tahapan; pertama, Visioning Camp yakni peserta akan diberikan pembekalan teknik merancang sebuah ide perubahan terkait isu lingkungan yang diterapkan di sekolah. Kedua, peserta memilih tema isu lingkungan hidup seperti: Energi Terbarukan, Pengolahan Limbah, Konservasi, Perubahan Iklim dan Kampanye Kreatif Lingkungan. Ketiga adalah asistensi, peserta yang telah dinyatakan lolos ke tahap kompetisi akan mendapatkan pendampingan dari fasilitor selama proses kompetisi berlangsung.

Saat waktu wawancara berlangsung DLS ke-4 masih berposes pada tahapan kompetisi sampai waktu yang belum ditentukan mengingat adanya pandemi covid-19 sejak maret tahun 2020.

Menurut Cecep Supriatna, Duta Lingkungan Sekolah telah membawa dampak bukan saja dari peserta yang telah mengikuti melainkan banyak membawa pengaruh dalam pelibatan orang banyak mualai dari unsur MUSPIKA, warga sekolah maupun masyarakat di sekelilingnya. Begitu pun inovasi terhadap pemanfaatan limbah menjadi proses kreatif “sampah” tidak lagi sebagai ajang tudingan pencemaran melainkan menjadi berkah yang bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Dimasa pandemi covid-19 Sanggar Lingkungan Hidup hanya menjalankan program berbentuk edukasi melalui pertemuan daring terkait wabah virus sar cov-2 sebagai amplifier agar mematuhi protokol kesehatan. Disamping itu menginisiasi gerakan penguatan masyarakat terdampak melalui advokasi pemberdayaan ekonomi.

Leave a Comment