atmago
warga bantu warga

Simak Pengertian Kesenjangan Sosial Menurut Para Ahli!

shifa~July 22, 2020 /Kesenjangan Sosial

Kesenjangan Sosial Menurut Para Ahli 

Sebagai salah satu negara terbesar dalam jumlah populasi, banyak permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia perihal masalah kependudukan. Dengan jumlah penduduk sebanyak lebih dari 250 juta jiwa menurut sensus penduduk terakhir, Indonesia berada di posisi 5 besar dalam hal jumlah populasi. 

Di satu sisi, jumlah penduduk yang banyak memiliki dampak positif, yaitu ketersediaan pasar tenaga kerja yang banyak dan sumber daya manusia yang melimpah. Namun, di sisi lain, jumlah penduduk yang banyak dapat menyebabkan sejumlah permasalahan sosial jika tidak ditangani dengan baik. 

Salah satu permasalahan sosial yang sering ditimbulkan oleh banyaknya jumlah penduduk adalah kesenjangan sosial. Fenomena tersebut tentu bukanlah hal baru bagi negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak. Kesenjangan sosial terjadi ketika jurang pemisah antara si kaya dan si miskin bergerak semakin jauh. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa kesenjangan sosial bisa terjadi. Terdapat banyak definisi mengenai kesenjangan sosial menurut para ahli

Definisi Kesenjangan Sosial Menurut Para Ahli dan Sumber lainnya. 

Tim penyusun ensiklopedia Wikipedia Bahasa Indonesia mendefinisikan kesenjangan sosial sebagai suatu fenomena saat sumber daya yang ada di dalam suatu masyarakat tidak tersebar secara merata, yang menimbulkan pola-pola khusus berdasarkan kategori-kategori yang ditetapkan secara sosial. 

Kesenjangan sosial menurut Abda Badruzaman adalah suatu ketidakseimbangan sosial yang ada di dalam masyarakat. Hal tersebut menjadi suatu perbedaan yang mencolok. Selain itu, Abda mendefinisikan juga bahwa kesenjangan sosial adalah ketika suatu keadaan di mana orang kaya mempunyai atau memiliki suatu kedudukan yang lebih tinggi dan lebih berkuasa dibandingkan dengan orang miskin.

Max Weber sebagai salah satu ahli di bidang sosial mendefinisikan kesenjangan sosial sebagai hasil dari adanya perbedaan kepentingan dari masing-masing individu yang ada di dalam masyarakat yang diekspresikan dalam sistem perilaku dan tindakan setiap individu tersebut.

Emile berpendapat bahwa kesenjangan atau ketimpangan sosial sebagai pembedaan fungsi sosial di dalam masyarakat yang tidak dapat dihindarkan sehingga akan selalu ada di dalam masyarakat manapun. 

Kesenjangan sosial menurut para ahli selanjutnya adalah Soerjono Soekanto. Ia berpendapat bahwa kesenjangan sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur mengenai kebudayaan (masyarakat) yang memberikan dampak negatif bagi kehidupan kelompok masyarakat. 

Selain definisi kesenjangan sosial menurut para ahli di atas, terdapat juga beberapa faktor yang menyebabkan adanya kesenjangan sosial di dalam masyarakat. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Letak dan kondisi geografis suatu masyarakat dapat mempengaruhi adanya kesenjangan yang ada di dalam masyarakat tersebut. Masyarakat yang tinggal dan menetap di tempat yang memiliki geografis dataran rendah cenderung lebih mudah membangun infrasturktur sehingga pendapatan akan lebih mudah.

Tingkat demografis seperti pendidikan, kesehatan struktur kependudukan dan hal yang berkaitan dengan penduduk juga mempengaruhi kesenjangan sosial. Hal ini berpengaruh pada produktivitas yang dihasilkan suatu individu di dalam masyarakat. 

Pemerintah juga punya peran adanya kesenjangan sosial secara tidak langsung, seperti misalnya program transmigrasi. Penduduk pendatang dalam kasus tertentu akan lebih mudah dan lebih cepat maju dibandingkan penduduk setempat. 

Ketersediaan sumber daya alam juga ikut mempengaruhi kesenjangan sosial yang ada. Suatu daerah yang kaya akan alam akan lebih mudah maju dibandingkan dengan daerah yang miskin akan sumber daya alam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *