atmago
warga bantu warga

Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia Terjadi Setiap Tahun

shifa~July 16, 2020 /Bencana Alam

Hutan merupakan salah satu elemen terpenting yang ada di bumi. Di sinilah sebagian besar oksigen dihasilkan oleh berbagai jenis tumbuhan. Tidak hanya itu, hutan juga merupakan tempat tinggal berbagai jenis flora dan fauna. Bencana alam kebakaran hutan merupakan salah satu permasalahan terbesar yang harus diatasi bersama. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan. 

Bencana Alam Kebakaran Hutan di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki daerah kawasan hutan terluas di dunia. Pulau Sumatera dan Kalimantan merupakan dua pulau utama di Indonesia yang memiliki luas hutan paling besar. Namun, sangat disayangkan dalam beberapa dekade terakhir, luas hutan di kedua pulau tersebut terus terkikis. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa kawasan hutan terus berkurang. Salah satu penyebab semakin berkurangnya kawasan hutan di Indonesia adalah kebakaran hutan. 

Kebakaran hutan sendiri merupakan hal yang normal jika hal tersebut disebabkan oleh faktor alami. Namun, kebakaran hutan akan menjadi bencana alam jika disebabkan oleh faktor non-alam. Faktor alami kebakaran hutan cenderung menghasilkan kebakaran hutan yang tidak terlalu parah. Hal ini berbeda jika faktor lain yang menyebabkan kebakaran hutan.

Faktor Bencana Alam Kebakaran Hutan di Indonesia

Jika ditinjau dari penyebabnya, terdapat dua faktor yang menyebabkan bencana kebakaran hutan dapat terjadi. Faktor pertama adalah faktor alami. Faktor alami terjadinya kebakaran hutan dimulai dengan fenomena El Nino atau kekeringan panjang. Kekeringan panjang membuat banyak pohon menjadi mati dan mengering. Pohon yang mati akan menghasilkan batang dan daun kering. Sinar matahari yang terus menerus bersinar sepanjang hari membuat percikan api mulai muncul. Daun dan batang pohon kering sangat mudah terbakar sehingga terjadilah bencana alam kebakaran hutan. Selain El Nino, terdapat juga beberapa penyebab kebakaran hutan, seperti misalnya sambaran petir yang menyambar dahan pohon mati atau akibat letusan gunung berapi yang membuat hutan terbakar. Biasanya, kebakaran hutan yang disebabkan faktor alami tidak terlalu parah dan menimbulkan kerugian yang tidak terlalu besar. Hutan akan meregenerasi pohon-pohon yang mati dalam beberapa tahun kemudian. 

Faktor kedua yang menyebabkan kebakaran hutan adalah faktor non-alami. Faktor ini biasanya disebabkan oleh berbagai jenis aktivitas manusia yang menyebabkan kerugian bagi hutan. Terdapat banyak aktivitas manusia yang menjadi pemicu kebakaran hutan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Hasil perkebunan dan industri kelapa sawit memang menjanjikan. Indonesia bahkan menjadi salah satu pengekspor utama kelapa sawit dunia. Nilai yang dihasilkan pun sangat besar. Ketika sebuah perusahaan kelapa sawit hendak membuka lahan perkebunan baru, perusahaan tersebut akan membakar hutan. Membuka lahan secara alami memakan waktu lama dan biaya yang besar sehingga banyak perusahaan yang lebih memilih jalan pintas dengan membakar lahan.

Penduduk dunia semakin bertambah. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan akan lahan untuk membangun hunian. Akibatnya, banyak hutan yang ditebang guna membangun lahan untuk hunian baru. Membuka lahan baru dengan cara cepat dan biaya murah adalah dengan membakarnya. 

Aktivitas manusia yang menghasilkan limbah polusi menyebabkan iklim dunia terganggu. Polusi di udara meningkat seiring berjalannya waktu. Tingkat karbon monoksida di langit semakin banyak. Hal ini memicu iklim dunia menjadi terganggu. Akibat iklim terganggu, semakin banyak ditemui anomali cuaca seperti daerah A yang memiliki curah hujan sangat tinggi sedangkat di daerah B memiliki musim kering yang panjang. Belum lagi terjadinya hujan asam membuat hutan menjadi rusak. 

Sebagai salah satu negara yang memiliki luas hutan yang besar, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian iklim dunia, yaitu dengan cara menjaga kelestarian hutan dari berbagai hal yang bisa mengancam kelestarian hutan. Sudah seharusnya pelaku pembakaran hutan, apapun alasannya, dihukum seberat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *