“Salut buat Tim Atma Connect yang cukup serius melakukan upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pemimpin komunitas di tingkat warga (dan akar rumput) untuk mengkaji situasi dengan kritis,  untuk menemukan penyelesaian terhadap tantangan saat ini dengan kreatif dan inovatif” — Lely Zailani, Direktur HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia)

Pada hari Sabtu, 10 April 2021 Atma Connect menyelenggarakan webinar sehari bersama 30 community leader dari berbagai lokasi di Indonesia dengan tema “Penguatan Kapasitas Community Leader Saka Warga”. Ke-30 Community Leader adalah para pegiat literasi Desa dari Kecamatan Mergangsan Yogyakarta, Aktivis advokasi kebijakan publik dari PATTIRO (Pusat Telaah Dan Informasi Regional) Gresik Jawa Timur, Pendamping pemberdayaan perempuan HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia) Sumatera Utara, Pelestari seni dan budaya sasak KOSERU (Komunitas Seniman Guru) Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat dan Ppegiat lingkungan JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) Morowali Utara Sulawesi tTengah.

Webinar ini dibagi menjadi tiga sesi dan berlangsung selama delapan jam penuh. Sesi pertama community leader belajar mengenai penanganan kasus Gender-based Violence bersama Ibu Lely Zailani Direktur HAPSARI, sesi kedua peserta belajar Teknik pendampingan masyarakat serta teknik advokasi kepada pihak pengambil kebijakan bersama Bapak Widi Heriyanto dan sesi ketiga presentasi tentang aplikasi AtmaGo dan uji coba fitur Ruang Komunitas yang disampaikan oleh Team Atma Connect , Silvia Yulianti dan Aisyah Gunung.

Materi tematik yang tersaji dalam webinar ini merupakan hasil pertemuan online Forum Group Discussion yang diselenggarakan oleh Atma Connect pada bulan September 2020 tahun lalu. Dalam FGD tersebut ada tiga materi tematik utama yang dibutuhkan dan disepakati bersama oleh community leader yaitu 1) Pemanfaatan media sosial AtmaGo untuk memperkuat dukungan masyarakat luas terhadap inisiatif community leader, 2) Pemahaman dan penanganan kasus berbasis Gender-based Violence, 3) Teknik pendampingan masyarakat serta teknik advokasi kepada pihak pengambil kebijakan.

Zulkarna peserta webinar sekaligus Ketua Komunitas Seniman Guru (KOSERU) Kabupaten Lombok Tengah mendapat manfaat dari kegiatan ini, seperti yang disampaikannya setelah kegiatan berakhir: 

“Di wilayah kami kelompok sanggar seni budaya kurang mendapat perhatian pemerintah khususnya kurangnya dukungan pembiayaan sehingga banyak sanggar yang terbengkalai. Materi “teknik advokasi kepada pihak pengambil kebijakan” yang diajarkan dalam webinar ini sangat sesuai dengan konteks kami, contoh best practices dan teknik yang diajarkan sangat mengena dan saya kira patut dicoba di lLombok tTengah. Sekarang kami tahu bagian mana langkah kami yang kurang efektif. Kami akan mulai memetakan aktor, banyak berdialog dengan banyak unsur kelompok yang berkepentingan dan melakukan kampanye”  (Tentang Zulkarna Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menmahkodai Sebuah Komunitas)

Widi Heriyanto selaku pemateri menuturkan “Sangat menyenangkan saya bisa berbagi pengalaman dengan community leader saka warga, saya bisa melihat keberagaman pengalaman advokasi yang sudah dilakukan, dan di lapangan ternyata masih banyak community leader yang menganggap proses mediasi sebagai advokasi bahkan menganggap proses mentoring sama dengan advokasi atau memperjuangkan hak-hak rakyat di depan perusahaan sama dengan advokasi. Sehingga materi yang saya sampaikan urgen bagi peserta. Saya juga salut dengan Atma Connect dengan platform atmaGo-nya, karena merangkul masyarakat awam seluas-luasnya. Bukan sekedar kelompok-kelompok masyarakat kritis yang sudah jadi dan terorganisir rapi atau hanya yang awam saja. Menjadikan dirinya sebagai wahana interaksi dan pembelajaran antar berbagai kelompok masyarakat tersebut dalam cara-cara yg khas”

Sejak era pandemi covid19 AtmaGo bekerja bersama dengan berbagai komunitas dan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia melalui kelas pengembangan secara online dengan tujuan agar para pemimpin komunitas warga dapat menghadapi dan menangani tantangan dan permasalahan dari situasi yang cukup kompleks dan dinamis di era pandemi Covid-19 ini. diharapkan kreativitas dan pengetahuan para pemimpin komunitas warga dapat tetap dibangun dan diasah, demi masyarakat dan komunitas di sekitarnya.

Leave a Comment