atmago
warga bantu warga

Membangun Literasi Publik Lewat Jurnalisme Warga untuk Kebutuhan Masyarakat di Era Pandemi

David Khoirul~August 29, 2020 /Corona / Covid-19
People Doing Group Hand Cheer

JAKARTA, 10 Agustus 2020 – Peranan Narawarta Warga –sebutan bagi warga pelaku Jurnalisme Warga, dalam menyampaikan dan menyebarluaskan Informasi di masa wabah saat ini memiliki peran krusial, terutama terhadap peningkatan kecerdasan literasi publik. Hal pokok ini yang menjadi motivasi utama bagi AtmaGo dan SEJAJAR untuk menyelenggarakan dua event penting di pertengahan Agustus 2020 ini.

Event pertama, yang akan diadakan pada 18 Agustus 2020 diskusi webinar untuk mencari solusi bersama bagaimana memperkuat jurnalisme warga di masa pandemi Covid-19. Webinar ini menjadi awal dari rencana training jurnalisme warga bagi anggota SEJAJAR. Event kedua, Training pelatihan teknis bagi Narawarta Warga selama tiga hari. Untuk event kedua ini, waktunya masih tentatif, antara 20 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2020.

“Kami menyelenggarakan acara-acara ini sebagai dukungan atas jurnalisme alternatif, diluar media mainstream untuk mendorong warga berbagi cerita-cerita yang menginspirasi dari kampungnya masing-masing selama pandemi. Platform Atmago.com misalnya, telah merekam ribuan cerita warga dari berbagai kampung dalam menghadapi Covid-19 yang tidak bisa kita temui di media mainstream, kata Alfan Rodhi , Field Director Atma Connect.

Momennya tepat di saat Indonesia sedang memasuki era Adaptasi Kehidupan Baru, di saat wabah Covid-19 ini, dimana media baru, termasuk media sosial dan teknologi interkonektivitas menumbuhkan sistem informasi singkat – cair, dan mendasar pada kenyataan lapangan. Era baru ini diwarnai pula oleh menyuburkan rumor, pergunjingan, curhat, omelan, komplain, perbincangan, dan sebagainya. Potensi terjadinya disinformasi, misinformasi, dan ketidakseimbangan informasi terbuka lebar.

“Melalui kegiatan semidaring ini, diharapkan para jurnalis warga, atau narawarta warga, menjadi sensitif terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungannya. Mampu menyajikan informasi secara trampil, sadar konteks, dan selfcencorship terhadap isu-isu hoax. Disamping, menjadi kreatif, terpanggil dan berdedikasi untuk memanfaatkan media sosial sebagai wahana belajar dan berjuang melalui proses berbagi pengalaman, dengan cara bercerita,” kata Ika Ningtyas Pengurus Aliansi Jurnalis Independen Nasional.

Pada asasnya, setiap orang itu adalah penyampai cerita, sehingga kegiatan-kegiatan SEJAJAR dan AtmaGo ini diarahkan untuk membangun keterampilan baru; melakukan dokumentasi atas apa yang dipikirkan, dilihat, dibaca, dan didengar, melalui serangkaian Cerita.

Konten berita digital yang diceritakan terkait dengan COVID-19 dan kepentingan publik, yang disampaikan secara menarik minat dan perhatian publik secara luas. Materi-materi yang diajarkan terkait dengan manajemen konten digital dasar, seperti pemanfaatan situs web, platform media sosial, handphone, audio visual dan foto. Termasuk juga keterampilan pemanfaatan berbagai fitur interaktif smartphone seperti kamera, perekam audio, gambar, dll untuk membuat cerita audio-visual.

Narasumber utama pelatihan teknis narawarta warga itu adalah Anton Muhajir (Founder Balebengon/SAFEnet) dan Ika Ningtyas (AJI/Tempo), yang akan mengajarkan beberapa modul pelatihan ini.

Modul 1: Jurnalisme Warga dan Demokrasi

Modul 2: Jurnalisme Warga di Masa Pandemi Covid-19

Modul 3: Memaksimalkan Media Sosial untuk Jurnalisme Warga

Modul 4: Posisi Hukum Jurnalisme Warga dan Kode Etik

Modul 5: Teknik Jurnalistik Dasar untuk Jurnalis Warga

SEJAJAR bekerjasama dengan AtmaGo melaksanakan proses belajar dan pembelajaran secara mandiri melalui media sosial aplikasi berbasis social networking di tingkat area terkecil (hyperlocal). AtmaGo merupakan wahana platform bercerita; secara awam, alamiah, dan berkait dengan apa yang sehari-hari terjadi di sekitar, di lingkungan hidup, tinggal, dan beraktivitas sebagai bahan narawarta warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *