Menurut Wikipedia, kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Tentunya di negara Indonesia, kemiskinan bukan menjadi suatu hal yang baru lagi. 

Terlebih lagi untuk yang tinggal di daerah ibukota (DKI Jakarta), banyak orang yang tidak mempunyai rumah, tidak bisa memperoleh pendidikan, tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga karena dianggap hidup di ibukota lebih mahal dan lebih keras dibanding di desa. Hal ini menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Tetapi sebenarnya apa penyebab Indonesia mempunyai angka kemiskinan yang tinggi? Ini dia rekapan angka kemiskinan di Indonesia tahun 2019 dan berbagai penyebabnya.

PENYEBAB TERJADINYA KEMISKINAN

  1. Kurangnya peran pemerintah dan masyarakat sekitar.

Kalau ditanya apakah pemerintah atau masyarakat sudah membantu masyarakat yang mengalami kemiskinan, pasti jawabannya sudah. Tetapi hasilnya belum bisa diambil secara maksimal.

Orang-orang yang pengangguran atau sedang mengalami kemiskinan perlu diberi bimbingan dan perhatian juga dari masyarakat sekitar ataupun pemerintahan.

Pemerintahan memang sudah mengeluarkan banyak program untuk membantu warga miskin, tetapi untuk bisa memaksimalkan hasil dari program-program ini, diperlukan juga perhatian dan bimbingan dari masyarakat.

  1. Kurangnya tindakan dari orang-orang yang mengalami kemiskinan.

Jika pemerintahan dan masyarakat sudah memberikan banyak perhatian ataupun mengeluarkan program-program untuk warga miskin, percuma saja jika orang yang mengalami kemiskinannya tidak mau bertindak sama sekali. Untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, orang-orang yang miskin pun harus sadar dan mulai bergerak dari posisi mereka. Mungkin dengan cara-cara kecil dan mulai mencari pekerjaan yang dapat mengubah status ekonomi mereka.

  1. Pendidikan yang kurang merata.

Banyak rakyat-rakyat kecil yang berpikir, “Apa gunanya pendidikan kalau kehidupan sehari-hari saja sudah susah?”

Pola pikir inilah yang sudah salah sedari dulu. Cara untuk mengatasinya adalah pemerintah harus memperbanyak memberi program sekolah gratis dan masyarakat harus turun tangan memberikan bimbingan atau perhatian terhadap rakyat-rakyat yang lebih kecil.

ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2019

Menurut data BPS atau Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,14 juta atau sekitar 9,82% total penduduk. Tahun 2019 merupakan tahun dimana angka kemiskinan di Indonesia mengurang menjadi 530 ribu jiwa dibanding September 2018 dan menyusut 805 ribu jiwa dibanding posisi Maret 2018.

Tentunya penyebaran kemiskinan ini dimulai dengan provinsi Jawa (mempunyai penduduk miskin terbanyak dibanding provinsi lainnya), yaitu Jawa Timur sebanyak 4,11 juta jiwa, Jawa Tengah sebanyak 3,74 juta jiwa, dan Jawa Barat sebanyak 3,4 juta jiwa.

Totalnya adalah 12,74 juta jiwa atau separuh dari total penduduk miskin di seluruh Indonesia.

Tetapi ternyata jumlah penduduk miskin di provinsi Jawa mempunyai persentase kemiskinan yang lebih rendah dibanding beberapa provinsi di bagian Indonesia Timur yang memiliki penduduk miskin di atas 20 persen, seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dan tentu saja kita harus tetap bersyukur karena angka kemiskinan Indonesia di tahun 2019 ini mengalami penurunan dan sudah banyak warga miskin yang diberi perhatian dari masyarakat maupun pemerintahan. Tentunya kita semua mengharapkan angka kemiskinan akan terus menyusut dan lebih banyak orang lagi dapat kita selamatkan dari kemiskinan. 
Yuk, turut bantu pemerintahan dengan cara memberikan perhatian dan bimbingan bagi masyarakat-masyarakat kecil!

1 Comment

Bagaimana Seseorang Dikatakan Miskin? Berikut 14 Kriterianya Menurut BPS - atmago

[…] satu statistik yang dibuat oleh BPS atau Badan Pusat Statistik adalah yang berurusan dengan kemiskinan di Indonesia Setiap tahun, BPS akan menghitung dan membuat statistik tentang seberapa banyak warga Indonesia […]

July 7, 2020 - 1:10 pm Reply

Leave a Comment