GARIS KEMISKINAN MENURUT BPS

BPS atau Badan Pusat Statistik adalah salah satu lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab kepada Presiden. Lembaga ini mempunyai visi untuk menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi, memperkuat sistem statistik nasional, dan juga membangun insan statistik yang profesional, berintegritas untuk kemajuan negara. 

Salah satu statistik yang dibuat oleh BPS atau Badan Pusat Statistik adalah yang berurusan dengan kemiskinan di Indonesia Setiap tahun, BPS akan menghitung dan membuat statistik tentang seberapa banyak warga Indonesia yang masih mengalami kemiskinan. Tetapi, kalau menurut BPS sendiri, apa sih kemiskinan itu?

14 KRITERIA KEMISKINAN MENURUT BPS

  1. Mempunyai rumah atau luas bangunan kurang dari 8 meter2 per orang.
  1. Dinding tempat tinggal menggunakan bahan murah, yaitu bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, atau tembok tanpa diplester.
  1. Lantai tempat tinggal yang dibuat dengan bahan murah, yaitu tanah, kayu murah, ataupun dengan bambu.
  1. Hanya sanggup mengkonsumsi daging atau susu atau ayam satu minggu sekali.
  1. Hanya sanggup membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
  1. Makan hanya sekali maupun dua kali dalam sehari.
  1. Tidak bisa membayar kebutuhan kesehatan, puskesmas, ataupun pergi ke dokter.
  1. Sumber penghasilan hanya sebagai petani dengan luas lahan 500 m2, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, buruh tani, ataupun berbagai macam pekerjaan lainnya yang tidak bisa menghasilkan begitu banyak uang atau pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulannya.
  1. Tidak mempunyai toilet atau fasilitas buang air besar.
  1.  Penerangan rumah tidak sanggup memakai listrik.
  1.  Air minum berasal dari sumur, mata air tidak terlindung, sungai, atau air hujan.
  1.  Bahan bakar yang digunakan untuk masak sehari-hari adalah arang, kayu, atau minyak.
  1.  Pendidikan tertinggi kepala keluarga : tidak sekolah atau tamat SD atau tidak tamat SD.
  1.  Tidak mempunyai tabungan atau barang-barang yang mudah dijual minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit, emas, ternak, kapal motor, dan lain sebagainya.

CARA MENGHITUNG GARIS KEMISKINAN MENURUT BPS

  1. Konsep

BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Yang memberi arti bahwa kemiskinan menurut BPS dipandang melalui ketidakmampuan seseorang atau keluarga dari sisi ekonomi untuk membeli kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Kesimpulannya adalah penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

  1. Garis Kemiskinan

Konsep dari garis kemiskinan dibagi menjadi 3 :

  • Garis Kemiskinan merupakan gabungan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).
  • Garis Kemiskinan Makanan (GKM) adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkal per kapita sehari. Diwakili oleh 52 jenis komoditi atau makanan pokok (padi-padian, jagung, dan lain sebagainya).
  • Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, ataupun kesehatan. Diwakili oleh 51 jenis komoditi perkotaan dan 47 jenis komoditi pedesaan.
  1. Rumus Garis Kemiskinan

GK = GKM + GKNM

notes :

GK = Garis Kemiskinan

GKM = Garis Kemiskinan Makanan

GKNM = Garis Kemiskinan Non Makanan

Beberapa tahapan untuk menghitung Garis Kemiskinan menurut BPS :

  1. Menentukan kelompok referensi, yaitu 20% penduduk yang berada diatas Garis Kemiskinan Sementara (GKS). Kemudian GKS dihitung dari GK periode sebelumnya yang diinflate dengan inflasi umum (IHK). Dari referensi inilah, akan dihitung GKM (Garis Kemiskinan Makanan) dan GKNM (Garis Kemiskinan Non Makanan).
  2. Patokan untuk menghitung GKM (Garis Kemiskinan Makanan) adalah 

sumber : https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html

Kemudian GKM tersebut akan disetarakan dengan 2100 kkal dengan mengalikan 2100 terhadap harga implisit rata-rata kalori daerah tersebut dari penduduk referensi, yaitu

sumber : https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html

Sedangkan GKNM dihitung dengan 

sumber : https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html

Itu dia kriteria kemiskinan dan cara menghitung garis kemiskinan menurut BPS. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda ya!

Leave a Comment