atmago
warga bantu warga

Mengenal 3 Jenis Tsunami Berdasrkan Waktu

shifa~July 16, 2020 /Bencana Alam

Jenis Bencana Alam Tsunami Berdasarkan Waktu 

Bencana alam tsunami termasuk ke dalam bencana alam geologi. Bencana alam yang terjadi di permukaan bumi akibat pergeseran lempeng bumi di dasar laut yang menimbulkan getaran dahsyat. Getaran yang membuat volume air di dasar laut menyapu daratan.  Tsunami tidak terjadi dengan sendirinya, tsunami dapat disebabkan oleh gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, maupun jatuhnya meteor ke permukaan bumi. 

Namun banyak kasus menunjukan tsunami terjadi karena adanya gempa bumi di bawah atau dasar laut. Gerakan vertikal di kerak bumi mengakibatkan dasar laut naik turun. Hal tersebut tentunya dapat mengganggu keseimbangan air hingga terjadilah gelombang yang sangat besar ke permukaan. Gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 1.000 km per jam, setara dengan kecepatan yang terjadi pada pesawat terbang.

Anda perlu mengetahui bahwa dengan memperhatikan tanda-tanda terjadinya tsunami. Sebelum terjadinya tsunami ada beberapa tanda alam yang tidak biasa terjadi. Gerakan angin, suara gemuruh dari arah laut, serta perilaku hewan liar yang secara tidak sadar memberikan tanda-tanda akan terjadinya tsunami. 

Bencana alam tsunami sering diartikan sebagai fenomena gelombang air yang sedang pasang. Hal ini dikarenakan air yang mencapai daratan tampak seperti gelombang pasang yang tinggi. Berdasarkan waktu terjadinya, jenis-jenis tsunami terbagi atas.

  1. Tsunami Lokal

Bencana alam tsunami lokal atau jarak dekat terjadi karena gempa. Setelah gempa terjadi sekitar 0-30 menit terjadi, jarak dari pusat gempa menuju lokasi tsunami sejauh 200 kilometer. Tanda tsunami lokal sebelum terjadi adalah terasa getaran yang hebat disertai dengan pasang surut air laut. Alat pendeteksi getaran ini disebut accelerograph, biasa disebut juga strong motion seismograph. 

Alat ini dilengkapi dengan alarm dan sistem komunikasi, kontrol operasional, dan perawatan jarak jauh. Alat pengukur getaran ditambah dengan alat mengukur perubahan muka laut (tide gauge).  Keduanya terpasang di sebuah shekter di area pantai yang dilengkapi dengan alarm penanda bahaya. 

  1. Tsunami jarak menengah

Bencana alam tsunami jarak menengah, karena terdapat jeda waktu setelah terjadi gempa dengan durasi waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam. Jarak dari pusat gempa tersebut berkisar antara 200-1,000 kilometer. Tsunami jarak menengah ini memiliki tanda getaran yang kuat dan diikuti oleh laut pasang surut. 

  1. Tsunami jarak jauh

Tsunami jarak jauh memiliki jeda waktu dari saat terjadinya gempa hingga tsunami tersebut lebih dari dua jam. Jarak lokasi dari titik gempa melebihi 1.000 kilometer. Penduduk yang berada di daerah tersebut tidak akan merasakan gempa.  

Fenomena alam seperti bencana alam tsunami yang terjadi seringkali merugikan manusia. Sebab bencana alam ini dapat mengubah kondisi permukaan bumi hancur ataupun menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Di Indonesia, bencana alam seperti tsunami sangat beresiko terhadap keselamatan dan ketenangan hidup penduduknya. Beberapa daerah yang sudah terdampak bencana alam ini areanya terletak di  dekat pantai ataupun garis laut.

Cara menanggulangi bencana alam tsunami dengan cara memahami apa itu tsunami. Masyarakat yang peka akan literasi akan lebih mudah mempelajari apa itu tsunami dengan baik. Usahakan juga untuk mempelajari beberapa daerah di Indonesia yang rawan dengan resiko bencana alam tsunami. Tujuan untuk memahami tsunami untuk mengurangi kepanikan ataupun kecemasan ketika menyelamatkan dan penanggulangan evakuasi diri. Nah, untuk anda yang suka sekali berlibur ke pantai. 

Anda perlu mengetahui perlindungan garis pantai di pantai yang anda kunjungi. Biasanya pantai yang rawan dengan tsunami ini akan dibangun tembok penahan atau pemecah air laut. Jika tidak, anda perlu meningkatkan kewaspadaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *