atmago
warga bantu warga

Gunung Meletus Hingga Hantaman Meteor Jadi Penyebab Terjadinya Tsunami, Simak Disini!

shifa~July 16, 2020 /Bencana Alam

Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya gangguan impulsif. Gangguan yang dapat memberikan efek pada air laut, dengan beberapa faktor penyebabnya. 

Pertama, bencana alam tsunami dapat terjadi karena adanya perubahan bentuk dasar laut yang bergeser atau bergerak secara mendadak. Pergeseran tersebut dapat terjadi karena gempa bumi, gunung api, dan juga longsoran. Semua faktor tersebut berpotensi menyumbangkan resiko tsunami, namun yang paling besar adalah gempa bumi.

  1. Gunung Meletus

Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya gunung meletus. Lautan yang luas di dasar laut ternyata terdapat gunung berapi. Apabila gunung tersebut meletus akan menimbulkan efek yang sama dengan gempa tektonik. Hanya saja, gempa tersebut terjadi di dasar laut. Semakin besar skala letusan, maka semakin besar juga tsunami yang dihasilkan.

Gangguan impulsif  terbesar yang terjadi di dasar laut akibat gunung meletus yaitu Erupsi Vulkanik Krakatau di tahun 1883. Letusan Krakatau menyebabkan letusan terdahsyat dan merupakan bencana alam tsunami terbesar sepanjang masa. Letusan gunung api tersebut menyebabkan langit mendung selama 1 tahun dan bulan terlihat berwarna biru karena  bias cahaya dan awan vulkanik.

  1. Longsor di Bawah Laut

Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya longsor di bawah laut. Banyak orang yang tahu jika longsor hanya terjadi di daratan. Jadi ketika mereka mendengar longsor dapat terjadi di bawah laut. Tidak akan ada yang mudah percaya tanpa bukti yang jelas dan akurat. 

Namun memang benar adanya jika longsor di bawah laut dapat menjadi penyebab terjadinya tsunami. Fenomena ini terjadi di dasar laut yang memiliki struktur yang mirip dengan daratan yakni terdapat bukit atau punggung laut, lembah atau palung laut, dan  juga cekungan. 

Semakin besar volume longsor yang terjadi, maka semakin tinggi juga potensi tsunami. Longsor dipicu oleh gempa bumi dan letusan gunung api. Kedua peristiwa tersebut dapat menimbulkan patahan maupun longsor. Tsunami yang terjadi akibat adanya longsoran di bawah laut dikenal juga dengan  tsunamic submarine landslide

  1. Gempa Bumi 

Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya gempa bumi di bawah laut. Penyebab tsunami paling umum terjadi disebabkan terjadinya gempa yang berada di bawah samudera. Namun tidak semua gempa yang terjadi di bawah laut dapat menyebabkan terjadinya tsunami. 

Kriteria gempa di bawah laut ini dilihat dari pergeseran gempa berjenis naik turun yang akan menimbulkan gelombang baru. Jika gelombang tersebut bergerak ke arah daratan, dapat mengakibatkan terjadinya tsunami. Apalagi jika kondisi tersebut didukung dengan patahan di dasar laut yang secara mendadak. 

Gempa bumi yang memungkinkan menimbulkan tsunami dan gelombang besar laut yaitu, gempa bumi di dasar laut yang membuat gelombang, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km dari permukaan air laut, magnitudo gempa besar yaitu lebih dari 6 SR, dan jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik dan juga sesar turun.

  1. Hantaman Meteor 

Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya hantaman meteor. Fenomena ini sangat jarang terjadi, karena meteor yang terjatuh ke samudera atau lautan sangatlah masif. Belum ada dokumentasi yang akurat mengenai kasus tsunami yang terjadi akibat hantaman meteor. Namun jika ukuran meteor yang jatuh berukuran sangat besar, dapat dibayangkan betapa besarnya ketinggian gelombang yang dihasilkan. Bahkan dapat dengan mudahnya menenggelamkan pulau kecil.

Bencana alam tsunami merupakan bencana alam yang pernah terjadi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Bencana alam tsunami bisa disebabkan oleh adanya gempa bumi merupakan faktor penyebab terjadinya tsunami terparah. Karena dapat menelan ratusan ribu korban jiwa. Bencana tsunami menyebabkan kerusakan parah. Nah, itulah sekilas mengenai bencana alam tsunami yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *