atmago
warga bantu warga

Mengenal Penyebab Longsor: Ulah Manusia atau Faktor Alam?

shifa~July 16, 2020 /Bencana Alam

Faktor Penyebab Bencana Alam Longsor

Bumi memiliki relief yang berbeda di permukaan bumi. Perbedaan relief tersebut hasil dari  tenaga yang mempengaruhi bumi. Sehingga relief bumi dapat berupa cekungan maupun tonjolan. Peristiwa bencana alam longsor merupakan peristiwa alam yang terjadi di permukaan bumi yang dapat menimbulkan berbagai macam kerusakan di bumi. Kerusakan dapat berupa material maupun nonmaterial. 

Kerusakan materil dihitung berdasarkan angka dan tampilan fisik, seperti rumah yang hancur, tanah pemukiman yang retak, serta kerusakan lainnya. Sedangkan kerusakan non materil adalah kerusakan yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Kerusakan materil dan nonmateril disebabkan faktor-faktor yang dapat membuat terjadinya longsor. Berikut ini faktor penyebab bencana alam longsor.

  1. Faktor Alam 

Bencana alam longsor yang terjadi sepenuhnya  disebabkan oleh alam secara alami. Peristiwa geologi ini terjadi akibat pergerakan masa batuan atau tanah dengan jenis berbeda seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan tanah yang besar. Faktor yang mempengaruhi pergerakan material tersebut adalah gravitasi misalnya lereng yang curam yang terdiri atas bebatuan dan tanah yang melemah akibat kondisi curah hujan yang tinggi. Namun faktor lainnya ialah erosi tanah, gempa bumi, dan gunung berapi.

Bencana alam longsor akibat erosi. Peristiwa pengikisan permukaan bumi. Erosi terjadi dengan bantuan tenaga angin, air, dan gletser untuk mengikis permukaan bumi. Tenaga tersebut mengikis dinding tebing sehingga mengurangi kekuatan dari tebing tersebut dan menyebabkan terjadinya longsor. Longsor yang terjadi akibat gempa bumi, getaran dari gempa tersebut mampu menggerakan batuan dan tanah dari lapisannya.    

  1. Faktor Manusia 

Bencana alam longsor disebabkan oleh manusia. Faktor yang membuat massa tanah melemah akibat ulah tangan manusia. Longsor yang terjadi akibat aktivitas manusia melakukan pembangunan gedung secara besar-besaran di sekitar tebing. Aktivitas pembangunan gedung yang bertingkat tersebut membuat beberapa pohon di sekitarnya harus ditumbang. Akibatnya saat curah hujan tinggi, tanah tidak mampu menahan volume air karena tidak adanya akar pohon yang kuat. Selain pembangunan gedung, pembangunan jalan juga membuat beberapa pohon ditumbang. 

Upaya pencegahan bencana alam longsor dapat dilakukan dengan cara menanam pohon. Pepohonan memiliki fungsi yang sangat penting karena dapat memperkuat struktur tanah. Akar pohon bukan hanya berfungsi untuk menyimpan air ketika hujan tiba tetapi juga  dapat memperkuat struktur tanah. Jika banyak pohon yang ditebang secara liar, struktur tanah akan melemah dan akibatnya ketika hujan lebat sangat mudah terjadinya longsor. Oleh karena itu, pemerintah maupun masyarakat harus bijaksana dalam memanfaatkan tanah. Apalagi jika tanah tersebut dipergunakan untuk pembangunan jalan maupun pembangunan gedung. 

Langkah lain untuk melakukan pencegahan bencana alam longsor dengan cara tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng. Kolam atau sawah yang dibangun di atas lereng akan membuat longsor mudah terjadi. Penting bagi anda untuk tidak membangun rumah di bawah tebing. Hal ini untuk menanggulangi korban jiwa dan harta benda. Sebab banyak rumah yang didirikan di sekitar bawah tebing terkena longsor. 

Upaya preventif lainnya, tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai. Masyarakat harus diberikan penyuluhan secara intens betapa besarnya resiko membangun atau mendirikan bangunan di sekitar sungai maupun bawah tebing. Membuat terasering atau sengkedan sebagai teknik di bidang pertanian. Caranya membuat teras-teras yang bertujuan untuk mengurangi panjang lereng, menahan air hingga mengurangi kecepatan jumlah permukaan air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *