Pada akhir tahun 2019, dunia mulai digemparkan dengan kemunculan COVID-19. Tidak memerlukan waktu lama, COVID-19 menjadi pandemi yang menyerang hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Demi mencegah pandemi menyebar lebih luas lagi, setiap orang dituntut untuk membatasi kegiatan di luar rumah serta membatasi bahkan meniadakan sama sekali pertemuan-pertemuan tatap muka. Namun ternyata, pembatasan kegiatan di luar rumah dan pertemuan-pertemuan tatap muka juga memberikan dampak negatif yang tidak sederhana. Dampak negatif yang dimunculkan oleh pandemi COVID-19 ternyata tidak terbatas pada kesehatan fisik saja, namun juga berpengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi, hingga berdampak pula pada kondisi kesehatan mental masyarakat. 

Menyadari bagaimana situasi pandemi memberikan dampak yang luar biasa, bukan hanya terhadap kesehatan fisik, melainkan juga terhadap kondisi sosial dan ekonomi serta kondisi kesehatan mental masyarakat, maka sesungguhnya di masa seperti inilah kepedulian dan dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk bisa saling memperhatikan dan menguatkan di masa pandemi ini. Menurut Gonollen dan Bloney (2008), dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang – orang yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut. Dukungan sosial merupakan transaksi interpersonal yang mencakup afeksi positif, penegasan, dan bantuan berdasarkan pendapat lain. Dukungan sosial pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh orang lain yang berarti seperti keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja.

Menurut Brownel dan Shumaker (Rima & Raudhatus Salamah, 2012) dukungan sosial dapat memberikan efek tidak langsung dengan mempengaruhi kesejahteraan individu sebab dukungan sosial dapat mengurangi tingkat keparahan stress dari suatu peristiwa melalui hubungan sosial yang berarti, yang dapat menimbulkan pengaruh positif bagi si penerimanya. Menurut Ganster dan Victor (Rustiana, 2006; Rima & Raudatussalamah 2012) dukungan sosial dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Bahkan sejumlah penelitian juga menemukan bahwa dukungan sosial turut mempengaruhi kesehatan fisik (Rima & Raudhatus Salamah, 2012). 

Di masa pandemi ini, meski secara fisik pertemuan kita dengan orang lain dibatasi, namun masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap saling menunjukkan dukungan sosial yang berarti pada orang-orang terdekat kita. Pada masa pandemi ini ketika interaksi kita dengan teman-teman atau lingkungan sosial kita yang lain harus dibatasi, kita justru harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan menjadi lebih sering berinteraksi dengan keluarga kita di rumah. Oleh sebab itu, dukungan sosial pertama dan utama yang bisa kita bangun dimulai dari keluarga kita sendiri.

Sayangnya, tidak semua keluarga bisa memahami pentingnya peran keluarga dalam memberikan dukungan sosial di masa pandemi ini, sehingga hal tersebut pun bisa menjadi permasalahan tersendiri dalam situasi pandemi ini. Dari beberapa keluhan yang dialami klien selama masa pandemi yang masuk ke layanan “Curhat Corona” yang diadakan oleh AtmaGo, diketahui bahwa tidak sedikit permasalahan yang terjadi adalah keluhan tentang bagaimana keharusan untuk tinggal d rumah bersama keluarga di masa pandemi ini justru menjadi pemicu tekanan dan stress tersendiri bagi klien. Padahal seyogyanya, keluarga berperan sebagai sumber pemberi rasa aman, nyaman dan kasih sayang yang pertama dan utama dalam hidup.

Menyadari peran keluarga sebagai sumber dukungan sosial yang pertama dan utama, setiap anggota keluarga perlu menyadari bahwa diri mereka masing-masing memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan psikologis di masa pandemi ini. Setelah menyadari pentingnya peran setiap anggota keluarga dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan psikologis di masa pandemi, diperlukan pula kesadaran akan pentingnya peran setiap anggota keluarga dalam membangun hubungan dan komunikasi di dalam keluarga yang lebih hangat dan sehat. Maka selanjutnya, setiap anggota keluarga perlu  berupaya untuk bisa saling terbuka dan saling memahami kebutuhan satu sama lain agar komunikasi dan hubungan keluarga yang lebih sehat dapat dibangun dengan baik. Dengan bersama-sama membangun relasi dan komunikasi yang lebih sehat dan lebih hangat dalam keluarga, maka diharapkan setiap orang juga memiliki peluang yang lebih baik untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mentalnya dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini.Selain keluarga sebagai sumber dukungan sosial yang pertama dan utama, di masa pandemi ini, AtmaGo melalui layanan “Curhat Corona” juga berupaya memberikan dukungan sosial berupa layanan konsultasi online secara gratis terkait berbagai permasalahan psikologis yang dialami selama masa pandemi. Untuk bisa memperoleh layanan tersebut, silakan mengakses laman atmago.com atau laman Curhat Corona dan ikuti langkah-langkah yang tertera berikutnya. Para konselor yang ada siap menjadi salah satu dukungan sosial dengan menjadi tempat “curhat” Anda bila Anda mengalami berbagai permasalahan psikologis yang muncul terkait dengan situasi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

Leave a Comment