Person in White Long Sleeve Shirt Holding Tablet Computer

Selama masa pandemi COVID19, semakin banyak warga yang merasa bingung, cemas berlebihan, kalut, overthinking, dan bahkan ada yang takut meninggal. Ada rasa tidak berdaya dan frustasi. Bak menghadapi kiamat. Tentu hal seperti itu sangat mengganggu; tak hanya bagi  pikiran, tapi juga kesehatan fisik dan bahkan kesehatan mental seseorang.

Seperti yang dialami oleh Alex (nama samaran), pekerja kantoran di bilangan segitiga emas ibukota. Kesibukan pekerjaannya yang menuntut interaksi intensif dengan orang tak pelak membuatnya gundah. Apalagi diketahuinya, penularan penyakit pandemi ini melalui kontak dengan orang lain. Informasi ini ia dapatkan dari kabar yang beredar di kantornya kalau sudah ada beberapa orang yang berstatus ODP. Dan harus melakukan isolasi mandiri. 

Kegundahannya berujung pada sesak nafas yang tiba-tiba datang. Diringi dengan mulas, mual, dan berdebar-debar. Apakah ini gejala terkena Covid19?

Dari rekanan mitra perusahaannya, bapak beranak dua ini mendapati AtmaGo. Dari situ, ia mulai dapat meredakan kecemasannya, dan mengetahui kalau problemnya bukanlah karena Covid19. Dengan berbagi perasaan dengan orang kepercayaan, atau berbicara dengan psikolog klinis, yang disediakan AtmaGo, apa yang dialaminya perlahan mereda, dan menghilang dengan sendirinya.

Apa itu AtmaGo? Itu adalah sebuah platform media sosial berbasis jejaring social warga. Prinsipnya itu warga bantu warga, dan dapat menjangkau warga ditingkat hyperlocal: suatu komunitas ditingkat terbawah, selevel dengan dusun atau RW/RT, untuk berbagi sumberdaya sesama mereka dengan memanfaatkan aplikasi media social ini.

Aplikasi media social ini berwujud situs web dan aplikasi android yang disediakan bagi warga untuk melaporkan masalah, berbagi solusi, mencari pekerjaan, dan memposting berita mengenai lingkungan sekitar.

Selama masa pandemii, sejak bulan Maret 2020 AtmaGo telah menyediakan fitur layanan baru. Fitur itu dimaksudkan untuk membantu warga secara psikologis. Sudah lazim di setiap wabah atau musibah, apalagi yang berlangsung lama, akan menimbulkan gangguan psikologis. Kecemasan, kegelisahan yang bisa cenderung akut, dan menimbulkan ekses ke kesehatan tubuh.

Bentuk layanan ini berbentuk telekonseling, yang tentunya gratis. Berlaku bagi siapa saja yang membutuhkan; untuk masyarakat umum, tenaga medis, relawan kesehatan, pasien, atau anggota keluarga pasien.  

 Layanan telekonseling ini berupa forum curhat, yang dikelola oleh para konselor psikologi profesional. Konseling melalui AtmaGo dilengkapi dengan pengukuran scaling secara subjektif terkait seberapa mengganggu keluhan yang dirasakan. Ukurannya menggunakan Subjective Unit of Disturbance (SUD) dengan rentang 0 sampai 10. Arti 0 adalah tidak mengganggu sama sekali, dan 10 sangat mengganggu, ungkap Angga Muhammad Ridwan, S.Psi, kepala tim konselor AtmaGo.

Tim konselor ini, ujar Angga, berupaya optimal membantu klien untuk menurunkan level kecemasannya, berdasar keluhan yang dirasa mengganggu. Semua layanan dilakukan secara daring, tambahnya. “Sebagai konselor, kami terikat oleh kode etik profesi, yang memastikan kerahasiaan dan privasi klien,” kata Angga. Keluhan yang disampaikan sangat beragam, dari jenis keluhan, frekuensi maupun intensitas.

Alfan Kasdar, Field Director AtmaGo, menegaskan layanan curhat ini bisa diakses oleh siapapun, tanpa kecuali, tanpa diskriminasi, dan juga tanpa biaya, alias gratis. “Warga umum, tenaga medis, maupun pasien dan keluarganya, atau siapapun, dapat secara cuma-cuma memakai aplikasi konseling ini,” kata Alfan. Hanya saja, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni menepati janji konseling yang telah ditentukan, sesuai hari dan jamnya.

Layanan telekonseling itu tersedia melalui microsite yang didedikasikan khusus untuk itu, di atm.gg/curhatcorona.

Selain telekonseling, AtmaGo juga, selama masa pandemi, menyediakan pula forum diskusi yang khusus mengangkat isu-isu di masa pandemi dari perspektif keilmuan psikologi. Forum diskusi itu ditayangkan melalui Instagram Live AtmaGo. IG Live ini diselenggarakan secara terjadwal,  setiap minggu jam 8 malam, dengan narasumber utama para konselor.

Topik-topik yang diangkat terkait dengan stress di masa pandemi, psychological first aid, tips kelola situasi kerja baru di era Covid, adaptasi kebiasaan baru, dan sebagainya. 

Leave a Comment