atmago
warga bantu warga

Cara Penularan Corona / Covid-19

atmago~April 5, 2020 /Corona / Covid-19

Wabah virus Corona atau Covid 19 sudah menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia. Terhitung sejak 20 sampai 24 Maret 2020, pandemi Covid-19 sudah memasuki angka 686 positif Covid-19, 30 orang sembuh, dan yang lebih parahnya 55 orang meninggal dunia. Untuk menghambat penyebaran virus ini, anda perlu tahu cara penularannya untuk menjaga diri. Begini cara penularan Covid-19.

            World Health Organization (WHO), Covid-19 menular melalui orang yang telah terinfeksi virus Corona. Penyakit ini dapat dengan mudahnya menyebar melalui tetesan atau percikan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi tersebut bersin atau batuk. Tetesan atau percikan kecil itu kemudian mendarat di sebuah permukaan atau benda. Kemudian tetesan atau percikan tersebut  disentuh oleh orang sehat misalnya dengan cara bersalaman atau berjabat tangan. Lalu orang tersebut menyentuh mata, hidung, dan mulut mereka. Ketika tetesan atau percikan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Cara penularan corona cukup kontroversi. Sebab tidak semua orang yang mengalami gejala virus ini dikatakan positif Covid-19. Gejala yang paling umum dari virus Covid-19 ini ialah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa orang yang terinfeksi mengalami hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan ataupun diare. Beberapanya lagi tidak mengalami atau menunjukan gejala apapun. Sekitar 80 % orang yang dapat pulih dari virus Covid-19 ini membutuhkan perawatan khusus. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa virus ini dapat menular melalui udara.

Virus Covid-19 ini dapat menginfeksi semua kalangan usia. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, dan ornag yang memiliki daya tahan tubuh lemah dapat terinfeksi dengan mudah. Virus ini tidak hanya menular pada manusia. Virus ini dapat bertahan pada permukaan benda yang terkontaminasi oleh percikan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi Covid-19. Berapa lama virus corona bertahan pada benda?

Cara penularan Covid-19 ini dengan cara droplet, Covid-19 menyebar melalui percikan-percikan (droplet) yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat bersin, batuk, atau mengeluarkan napas. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk menjauhi keramaian dengan cara mengurangi pembatas fisik agar anda tidak mudah tertular atau terjangkit virus yang sangat berbahaya. Kenapa disebut bahaya? Karena setiap percikan-percikan tersebut dapat jatuh pada benda dan permukaan di sekitar anda kapan dan dimana saja. Hal ini tentunya menimbulkan kecemasan bagi banyak orang jika benda atau permukaan di sekitarnya telah terkontaminasi virus pandemi.

Saat ini masih belum banyak ditemukan penelitian yang akurat mengenai berapa lama virus itu dapat bertahan pada benda atau permukaan.

The Journal of Hospital Infection bulan Februari lalu melakukan sebuah penelitian dan menganalisis 22 studi mengenai virus-virus Corona sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapat lebih banyak gambaran mengenai berapa lama virus tersebut dapat bertahan hidup pada benda atau permukaan.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, terungkap bahwa virus corona dapat bertahan pada permukaan benda, seperti logam, kaca, atau plastik hingga 9 hari lamanya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar benda atau permukaan yang membuat virus corona bertahan hidup.

1. Baja, virus corona dapat bertahan selama 48 jam atau 2 hari.

2. Alumunium, virus corona dapat bertahan selama 2-8 jam.

3. Logam, virus corona dapat bertahan selama 5 hari.

4. Kayu, virus corona dapat bertahan selama 4 hari

5. Kertas, virus corona dapat bertahan selama 4-5 hari.

6. Kaca, virus corona dapat bertahan selama 4 hari

7. Plastik, virus corona dapat bertahan selama 5 hari atau kurang.

8. Karet silikon, virus corona dapat bertahan selama 5 hari.

9. Lateks, virus corona dapat bertahan selama 8 hari.

10. Keramik, virus corona dapat bertahan selama 5 hari.

11. Teflon, virus corona dapat bertahan selama 5 hari.

Tangga merupakan salah satu medium yang rawan menjadi tempat penularan virus corona

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ada beberapa benda yang rawan menjadi tempat penularan virus corona, yaitu pegangan pintu, pegangan tangga, tombol lift, alat makan, gawai, dan tangan orang yang sakit. Ketahanan virus Covid-19 di luar tubuh manusia tergantung pada jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan.

Gagang pintu merupakan lokasi potensi penularan virus corona

Virus Covid-19 tersebut dapat dibasmi dengan cara menyemprot desinfektan pada permukaan atau benda yang terinfeksi virus tersebut. Umumnya desinfektan mengandung bahan kimia biosidal dapat membunuh mikroorganisme pada benda mati dengan cara disemprotkan. Proses desinfeksi pada permukaan dengan 0,1 persen natrium hipoklorit atau 62-71 persen etanol dapat mengurangi infektivitas virus corona dalam waktu paparan 1 menit. Di samping itu, anda juga dapat cara mencegah penularan Covid-19 dengan cara berikut ini.

  1. Menjaga dan Meningkatkan Imunitas  Tubuh

Penting bagi anda untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh guna menjaga imunitas tubuh. Penerapan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Tidak kalah pentingnya lagi yaitu mengurangi konsumsi rokok bagi laki-laki.

Ada kebiasaan yang mesti anda terapkan kembali, yaitu budaya menjaga kebersihan tangan. Namun jangan terlalu overthinking sehingga anda sedikit saja memegang atau menyentuh sesuatu kemudian mencuci tangan. Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan. Lawan Covid-19 dengan mencuci tangan setelah menggunakan toilet, setelah tangan kotor, setelah memegang hewan, sebelum menyiapkan makanan, setelah kontak dengan orang sakit, dan setelah batuk dan bersin.

Bagi anda yang melek informasi mungkin akan menyerap informasi dengan baik. Namun bagi mereka yang langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut sudah pasti meningkatkan kepanikan yang luar biasa. Ditambah dengan proses Physical distancing dan lockdown  yang sedang heboh-hebohnya. Anda tidak boleh percaya begitu saja atas informasi yang tidak disertai data dan fakta yang akurat. Sebab hal itu akan merugikan anda sendiri. Oleh karena itu, untuk menemukan kejelasan informasi. Anda harus mengetahui situs-situs web yang dibuat khusus untuk kasus Covid-19 dengan baik dan bijak.

Di tengah kasus lockdown  masih ada juga pihak terkait yang memanfaatkan situasi ini. Banyak pihak yang menimbun masker dan banyak juga yang membeli masker untuk konsumsi pribadi. Hal ini menjadi masalah yang tidak dapat dikendalikan. Sehingga pemerintah harus menggunakan jalur hukum untuk membuat para penimbun masker ini jera. Anda dapat menggunakan masker bila keadaan atau situasi memang mengharuskan. Namun bila berada di rumah, rasanya tidak etis jika memakai masker kecuali memang sedang batuk atau flu. Anda dapat menggunakan tisu atau siku bagian  dalam ketika batuk atau bersin, tutup hidung, dan mulut. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut karena virus ataupun kuman lain dapat menempel pada tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *