atmago
warga bantu warga

Bencana Alam di Indonesia Tahun 2019 yang Paling Besar

shifa~July 16, 2020 /Bencana Alam

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), tak kurang dari 3.768 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2019, baik bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi. Namun, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang paling  mendominasi, dengan jumlah kasus yang mencapai angka 3.731 kasus.

Bencana hidrometeorologi ini meliputi kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, banjir, dan abrasi. Sedangkan, menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPNB, Agus Wibowo, bencana geologi yang jumlahnya lebih sedikit ini juga memiliki dampak yang cukup signifikan, seperti gempa di Lombok yang terjadi pada 17 Maret 2019, dengan 4 orang meninggal dunia, 77 orang luka-luka, dan 4.589 rumah mengalami kerusakan.

Secara keseluruhan, ada total 13 kasus bencana alam di Indonesia tahun 2019 yang paling besar yang terjadi dan dicatat oleh BPNB sepanjang tahun ini. 

Bencana Alam di Indonesia Tahun 2019

Bencana alam di Indonesia tahun 2019 yang paling besar, adalah yang pertama, banjir di Sulawesi pada 22 Januari 2019 yang mengakibatkan 77 orang meninggal dunia, 2 orang dinyatakan hilang, 46 orang luka-luka, 5.397 orang mengungsi, dan sebanyak 547 rumah mengalami kerusakan.

Kemudian, di bulan selanjutnya, yaitu pada Februari 2019 telah terjadi sebuah kelongsoran tanah di Sulawesi Utara yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka.

Pada 17 Maret 2019, selain gempa magnitudo 4,2 di Lombok, sehari sebelumnya telah terjadi banjir di Sentani yang mengakibatkan 105 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, 961 orang luka-luka, 11.448 orang mengungsi dan sebanyak 1.217 rumah mengalami kerusakan.

Selanjutnya pada 27 April 2019 terjadi banjir di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu yang mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka, 2 orang dilaporkan menghilang, 20.068 orang mengungsi, sebanyak 125 rumah terendam dan 465 rumah mengalami kerusakan.

Pada Mei 2019 terjadi banjir yang merendam 5 desa di Jombang yang mengakibatkan 8.443 orang menderita dan 2.166 rumah terendam.

Selain itu, terjadi banjir di Konawe pada Juni 2019 yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, 94.533 orang menderita, 82.824 orang mengungsi, dan sebanyak 5.285 rumah mengalami kerusakan. Bahkan, kerugian yang ditimbulkan sebab banjir ini, dikatakan mencapai hingga 19,42 miliar rupiah.

Pada bulan Juli, tepatnya pada 14 Juli 2019, telah terjadi gempa berkekuatan hingga magnitude 7,2 di Halmahera Selatan yang menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 121 luka-luka, 44.063 orang mengungsi, dan 2.900 rumah rusak. 

Kemudian, ada bencana alam kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang melanda selama bulan Agustus 2019, memasuki musim kemarau. Bahkan dikatakan kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 lebih parah daripada tahun sebelumnya, dengan bulan Agustus sebagai puncaknya. Akibatnya, lebih banyak daerah yang terkena dampak kekeringan ini daripada sebelumnya. Persebaran kebakaran hutan dan lahan pun dapat menyebar lebih luas.

Sementara itu pada 26 September 2019 terjadi 2 gempa berkekuatan M6,8 dan M5,6 di Ambon yang menyebabkan 41 orang meninggal dunia, 1.602 orang luka-luka, 230.916 orang mengungsi, dan sebanyak 12.137 rumah berdampak kerusakan. Bahkan disebutkan, bahwa ada 3.089 kali gempa susulan yang terjadi sejak gempa di 26 September tersebut.

Dan pada 26 Oktober 2019, puting beliung telah terjadi di Bandung, yang  mengakibatkan 6.333 orang mengungsi dan 4.056 rumah mengalami kerusakan. 

Adapun bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Bojonegoro pada Sabtu, 9 November 2019 lalu mengakibatkan kerusakan pada 2.982 rumah. 

Kemudian yang terakhir, banjir dan longsor yang terjadi di Solok Selatan yang juga terjadi di bulan November 2019, telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 6.097 orang mengungsi dan 1.191 rumah terendam serta kerusakan yang menyerang 56 rumah. Bahkan, karena dampaknya itu, ada 2 kecamatan di Solok Selatan yang terisolasi.

Nah, begitulah rangkuman singkat mengenai bencana alam di Indonesia tahun 2019 yang paling besar sepanjang tahun. Bencana-bencana alam tersebut banyak mengakibatkan kerusakan bahkan mengakibatkan korban jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *