atmago
warga bantu warga

Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Begini Penjalasan BPS

atmago~July 1, 2020 /Kemiskinan

Persentase Angka Kemiskinan di Indonesia Menurun

Pada tanggal 15 Januari 2020, Badan Pusat Statistik atau BPS merilis persentase angka kemiskinan di Indonesia per periode September 2019. Adapun sensus yang dilakukan oleh BPS ini dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan bulan September. Dalam rilisnya, BPS menampilkan bagaimana persentase angka kemiskinan di Indonesia secara umum menurun. Adapun penurunan persentase angka kemiskinan di Indonesia terbagi ke dalam beberapa kategori. 

Menurunnya Persentase Angka Kemiskinan di Indonesia

Dalam rilis tersebut, BPS menyatakan bahwa pada periode September 2019, persentase angka kemiskinan di Indonesia sebesar 9,22 persen. Angka tersebut menurun dari periode sebelumnya yang dilakukan pada Maret 2019. Pada periode Maret 2019, persentase angka kemiskinan di Indonesia sebesar 9,41 persen. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk miskin pada periode September 2019 sebesar 24,79 juta jiwa sedangkan pada periode Maret 2019, jumlah total penduduk miskin sebesar 25,15 juta jiwa. BPS juga menyatakan bahwa adanya penurunan pada September 2018. Dari data tersebut, diketahui bahwa adanya persentase angka kemiskinan di Indonesia sebesar 0,44 persen pada periode September 2018. 

Selanjutnya, BPS menyatakan bahwa persentase angka penduduk miskin perkotaan juga mengalami penurunan. Pada Maret 2019, diketahui bahwa jumlah penduduk miskin di perkotaan sebesar 6,69 persen. Angka tersebut turun menjadi 6,56 persen pada periode September 2019. Jika dinyatakan dalam jumlah angka, penduduk miskin di perkotaan secara total pada periode Maret 2019 sebesar 9,99 juta jiwa. Total penduduk miskin di perkotaan pada September 2019 menjadi 9,86 jiwa Tidak hanya di perkotaan, angka kemiskinan juga turun di pedesaan. Persentase penurunan kemiskinan pada periode Maret 2019 sebesar 12,85 persen. Angka tersebut turun pada September 2019, yaitu menjadi 12,60 persen. Jika dinyatakan dalam total angka, maka jumlah penduduk miskin pada periode Maret 2019 adalah sebanyak 15,15 juta jiwa. Angka tersebut turun pada periode September 2019 menjadi 14,93 juta jiwa. 

Kemudian dalam rilisnya, BPS mendefinisikan ‘kemiskinan’. Keluarga yang dikategorikan sebagai keluarga miskin adalah keluarga yang memiliki pendapatan berada pada besaran Garis Kemiskinan, yaitu sebesar Rp. 440.538/kapita/bulan. Angka pendapatan tersebut terbagi menjadi komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp. 324.991 dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp. 115.627. Jadi, BPS menyatakan bahwa pendapatan rumah tangga miskin rata-rata sebesar Rp. 2.017.664 per bulannya.

Faktor Penurunan Angka Kemiskinan di Indonesia

BPS juga menyatakan bahwa setidaknya terdapat beberapa faktor yang membuat angka kemiskinan di Indonesia menurun. Faktor pertama adalah naiknya upah rata-rata riil buruh per harinya. Angka kenaikan upah rata-rata riil tani per harinya naik 0,93 persen pada Maret 2019. Kenaikan juga terjadi pada buruh bangunan menjadi 0,76 persen pada periode yang sama. Faktor kedua adalah indeks nilai tukar petani selalu berada di atas angka 100. BPS mencatat bahwa nilai tukar petani di bulan Januari, Februari dan Maret 2019 berturut-turut sebesar 103,33 ; 102,94 ; 102,73. Nilai tukar petani adalah nilai tukar antara pendapatan rumah tangga pertanian dan konsumsi. 

Faktor selanjutnya adalah adanya penurunan angka pengangguran terbuka. BPS menyebutkan bahwa pada Februari 2019 sebesar 5,01 persen. Angka tersebut turun 0,33 persen dari periode Agustus 2018. Faktor selanjutnya yang membuat kemiskinan turun adalah program beras sejahtera yang sesuai jadwal sehingga penduduk miskin tidak harus menunggu penjatahan pembagian beras miskin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *