atmago
warga bantu warga

Akses Jembatan, Solusi Keterisolasian akibat Banjir di Desa Sukamekar

David Khoirul~April 12, 2020 /banjir

Warga Bekasi menggunakan perahu untuk mobilisasi di tengah banjir

Banjir. Sebuah bencana alam yang akrab dialami masyarakat Bekasi, Jawa Barat, terutama warga Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Hampir setiap tahun mereka mengalami banjir. Bagi warga Desa Sukamekar, yang berada di wilayah yang diapit dua sungai besar Bekasi yaitu sungai Bekasi dan sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL)‎, banjir tidak hanya berarti tergenangnya daerah dan perumahan mereka. Banjir juga berarti terisolasinya Desa itu dari bantuan luar daerah dan terputusnya akses transportasi.

Akses jalan ke Desa Sukamekar hanya ada satu, melalui Kampung Turi, Desa Tambun Utara, melalui sungai Bekasi. Apabila sungai Bekasi dan Sungai Cikarang Bekasi Laut banjir, Desa Sukamekar otomatis terisolasi. Ketika Kampung Turi banjir, untuk keluar-masuk warga menggunakan perahu eretan; semacam perahu yang disambung dengan tali tambang, yang menghubungkan kedua sisi sungai. Namun, penggunaan perahu ini tergolong beresiko tinggi di musim banjir.

Di tahun 2020, Desa Sukamekar mengalami dua kali banjir besar dan cukup lama, yakni, pada 1 Januari, dan 25 Februari. Biasanya banjir tidak cepat surut. Butuh waktu 3-5 hari agar banjir reda. Kondisi tersebut mengancam keselamatan dan kesehatan warga; persediaan makanan dan stok di warung biasanya dapat bertahan 2 hari.

Agar akses tidak terputus dan isolasi daerah tidak terjadi, beberapa warga Desa Sukamekar, melalui aplikasi AtmaGo, secara konsisten mengusulkan pentingnya jembatan penyeberangan Sungai CBL yang menghubungkan Desa Sukamekar dan Babelan.

Beberapa warga, yang sekaligus pengguna AtmaGo, menyampaikan aspirasi mereka melalui beberapa tulisan. Muhaidin Darma memposting kebutuhan akses jembatan bagi warga Sukamekar, yang ikut disuarakan oleh Ayu Puspitasari dengan tulisannya berjudul Berharap Ada Jembatan di Sukamekar. Sementara itu, Rani Rahayu dari Sukawangi mengabarkan terjadinya banjir di beberapa sekolah di Kabupaten Bekasi. Keluhan tentang banjir juga diposting oleh beberapa pengguna lainnya seperti Sonia Nasa, Sari Yana, dan Putri. Serta terdapat pula laporan tentang KPU yang banjir oleh Dhalia Sunarti dan foto genangan air oleh Riyanti di kampung neneknya di Bekasi.

Galeri Foto Kiriman Warga

Foto-foto yang dikirim pengguna AtmaGo lewat www.atmago.com. Geser kanan dan kiri untuk melihat foto-foto lainnya.

Banjir tahun ini terbilang luar biasa. Menurut orangtua-orangtua desa, ketinggian banjir kali ini adalah yang terparah dari biasanya. Bahkan derasnya hujan menyebabkan bangunan atap rumah warga rubuh.

Aspirasi warga desa itu agaknya didengar oleh aparat Kecamatan Sukawangi, sehingga pada forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, kebutuhan warga tersebut dijadikan prioritas pembangunan daerah

“Khusus untuk Desa Sukamekar butuh jembatan sebagai penghubung antara Kecamatan Sukawangi dengan Babelan,” kata Plt. Camat Sukawangi, Parno Martono.

Menurut Parno, pasca banjir kemarin, bantuan tidak bisa masuk dikarenakan jalur menuju Sukawangi rata-rata berada di pinggir sungai semua, sehingga dampak luapan sungai tersebut memutus akses jalan, terutama ke Desa Sukamekar.

  1. Menurut pendapat saya bukan hanya jembatan yg menjadikan solusi utk desa ini tetapi juga block pagar beton utk setiap bibir sungainya semua.

    1. Hallo Mas Wahyu terimakasih sudah memberi rekomendasi tambahan. Memang betul dan secara pribadi setuju usulan untuk mempertinggi dinding sungai dengan membangun blok beton biar tumpahan air bisa ditahan. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *